Saturday, February 4, 2023

MENTERTAWAKAN DIRI SENDIRI


Kunjungan saya ke Surabaya kali ini, cukup berkesan.

Mengingat sudah cukup lama saya tidak ke kota ini

Yang membuat lebih menarik yakni.....
Pertemuan dengan para senior Entrepreneur di Surabaya

Dimana, mereka inilah yang pertamakali memperkenalkan saya kepada dunia entrepreneur
Dan sekaligus menjadi mentor saya dalam memulai bisnis saya  sendiri

Pertemuan itu bukan hanya ajang temu KANGEN
Tetapi juga menjadi ajang "Mentertawakan Diri Sendiri"
Tentang bagaimana tingkah laku dan gerak-gerik usaha kami dimasa lalu dan saat ini

Sungguh MENYEGARKAN rasanya

Karena, betatapun SULITnya keadaan kami dahulu dalam merintis dunia wirausaha
Betapapun beratnya beban yang kami pikul
Ternyata kini bisa menjadi bahan CANDA dan kami semua bisa mentertawakannya HA...HA...HA...

Mungkin inilah yang membuat  dunia entrepreneur menjadi dunia yang sangat menarik
Dan sekaligus menjadi pembelajaran bagi kami semua agar tidak mengulangi kesalahan yg sama dimasa yang akan datang

Dan yang membuat pertemuan ini menjadi berkesan yakni...
Kami memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya
Kesamaan TEKAD dan PANTANG MENYERAH pada keadaan yg menimpa kami
Kami memutuskan untuk MOVE ON bukan menyesali HIDUP

Pertanyaan saya, apakah ANDA sudah bisa mentertawakan diri Sendiri?

Fatchur Rozi
http://fatchur-rozi.blogspot.com

Wednesday, January 18, 2023

Salesman Adalah Jalan Ninjaku

Kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman selama menjadi seorang salesman di sebuah perusahaan consumer good dan selama saya menjalani bisnis sendiri di Jakarta dan Surabaya, yang  mungkin bisa diambil hikmahnya dan menjadi pembelajaran bagi para pembaca agar tidak megulangi kesalahan yang sama.

Ketika menjadi seorang sales supervisor di Surabaya, saya memiliki beberapa anak buah yang menurut saya cukup unik, baik secara karakter dan cara mencapai tujuannya. Dan ada pula tingkatan diatasnya yang merupakan supervisor dan para manajer yang akan saya jadikan perbandingan tentang teknik yang digunakan dalam bernegosiasi dengan para pelanggannya. 

Seorang salesman yang cerdas dan cakap. Karena dia banyak menyampaikan ide dan apa yang akan dilakukannya untuk bisa mencapai tujuan dari penjualan setiap bulannya. Bahkan beberapa idenya membuat saya terkejut karena pengalamannya yang cukup lama sebagai seorang salesman.

Para salesman ini akan selalu menyampaikan kepada para pelanggannya secara langsung dan mungkin dengan cara mereka yang terkadang seperti "coboy" jalanan. Karena mungkin mereka dididik untuk menjadi seperti itu. 

Mereka memiliki kelebihan bergerak cepat dan cakap. Mungkin memang karakter seperti itulah yang dituntut untuk bekerja di  perusahaan ini. "straigh to the point" adalah senjata mereka ketika melakukan negosiasi terhadap para pelanggan kami.

Kecepatan untuk menyampaikan pesan menjadi keahlian mereka, dan perusahaan tahu benar tentang kelebihan ini, sehingga perusahaan akan menyampaikan hal penting yang perlu diketahui oleh para pelanggan melalui para salesman ini.

Sikap ini sedikit berbeda ketika yang melakukan negosiasi dengan pelanggan adalah para supervisor yang posisinya berada satu tingkat ada diatas salesman.

Seorang pengawas atau supervisor ini biasanya ketika melakukan negosiasi akan lebih kalem dan selalu menyiapkan data yang diperlukan sebagai penguat dari argumen dan pesan yang akan disampaikannya kepada para pelanggannya.

Sehingga, seringkali pesan yang disampaikan akan lebih mudah tersampaikan dengan lebih baik dan seringkali GOAL yang dikehendai akan lebih mudah tercapai. mereka memiliki kecerdasan dan empati yang tepat sehingga bisa menyampaikan pesan secara efektif dan efisien.

Para supervisor ini biasanya diawal perbincangan tidak akan terlalu banyak bicara, namun lebih banyak mendengar apa yang sebenarnya dikehendaki oleh para konsumennya. Biasanya mereka akan mulai berbicara ketika sudah menangkap esensi dari apa yang diinginkan dan diperlukan oleh para pelanggannya.

Berbeda lagi dengan level manajerial, mereka ini biasanya memiliki sikap dominan dan mengetahui banyak hal namun sebatas yang diperlukan saja. Karena mereka harus tahu semua lini pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dari anak buahnya dikantor. 

Para manajer ini didalam melakukan negosiasi biasanya sangat solutif, mereka memiliki wewenang diatas para supervisor dibawahnya, hal inilah yang banyak membantu para pelanggan untuk bisa mendapatkan keputusan dengan cepat dan tepat.. 

Mereka ini dilatih untuk fokus pada menjalankan perusahaan dengan baik dan stabil, namun di satu sisi mereka juga memiliki kemampuan negosiasi yang mumpuni karena pengalamannya serta analisisnya yang lebih mendalam terhadap suatu masalah.

Pada setiap  tingkatan yang ada di sebuah perusahaan memiliki peran dan fungsinya masing-masing. dengan begitulah sebenarnya sebuah perusahaan akan berjalan pada relnya.

Hal ini tentu sangat berbeda ketika kita menjual untuk bisnis kita sendiri, ketika kita dituntut sebagai seorang salesman sekaligus seorang supervisor dan seorang manajer dalam waktu bersamaan.

Apakah kita bisa membedakan cara berpikir dan fungsi kita, sehingga ketika sebagai seorang salesman kita bisa memposisikan diri memang sebagai seorang salesman dan bukannya sebagai seorang supervisor bahkan seorang owner.

Menempatkan diri sesuai posisinya ini menjadi sangat penting ketika kita

Tuesday, June 22, 2021

Tips Memilih Produk Makanan IDEAL Bag 1

Pada tulisan kali ini dan insyaallah akan disambung dengan beberapa tulisan berikutnya, saya akan menjabarkan tentang detail dari tulisan sebelumnya memilih produk yang laku untuk dijual dan secara khusus akan dibahan mengenai produk makanan biar tetap dapat fokusnya.

بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Telah disebutkan pada artikel sebelumnya mengenai beberapa syarat yang mudah untuk dilakukan agar produk kita mudah diterima dan laris dipasaran, diantaranya adalah:

1. Small VS Big

2. Bermain dengan Warna

3. Bentuk Unik

4. Rasa 

5. Bahan Baku

6. Proses Memasak

7. Konsep Unik

8. Menggunakan Nama Horor


Artikel kali ini kita fokus pada poin nomor satu dulu ya.....

Pertama adalah Ukuran yang bisa dimainkan didalam memilih produk makanan, Contohnya dibawah ini adalah sempat ngetrend-nya nasi liwet dengan ukuran jumbo dan bisa dimakan oleh beberapa orang sekaligus. 

Dimana nasi liwet ini sendiri bukanlah makanan baru, melainkan makanan jadul yang dinaikkan/promosikan kembali agar orang mudah ingat tentunya dengan beberapa modifikasi didalamnya seperti ukuran yang super besar, serta alasnya menggunkan daun pisang, dan tak lupa  mangkuk tempat lauknya menggunakan bahan dasar tanah liat.

Konsep memperbesar ukuran ini sendiri sangat mudah untuk dilakukan, dan begitu pula sebaliknya ketika kita memperkecil ukuran dari makanan kita juga tentu sangat mudah.


sumber gambar IDN Times

Pola pikir Besar VS Kecil ini banyak dgunakan oleh produk yang sudah banyak beredar dipasaran, yang saya ingat ada beberapa produk misalkan saja:

1. Bakso Jumbo VS Bakso Kerikil












2. Burger Buto VS Burger imut

    semua gambar contoh ini diambil dari IDN Times

3. Nasi Goreng Jumbo









sumber gambar hipwee

4. Burrito sebesar bayi

5. Mie Keroyokan















6. Pizza Hut diameter 1 meter















Dan bilamana Anda masih ragu dengan super besarnya ukuran beberapa makanan diatasnya, maka hal yang perlu dicatat adalah "hal mengejutkan" yang kita tambahkan kedalam produk makanan itu saja sebenarnya sudah cukup. 

Beberapa kali saya menemukan makanan yang ukurannya lebih besar ataupun lebih kecil dari kebanyakan produk yang dijual dipasaran. di kota batu saya menemukan sate kambing dan sate ayam yang ukurannya lebih besar dari sate kebanyakan, tidak besar banget tapi hal itu sudah cukup menjadi "pembeda" diantara produk sejenis.

Dan saya juga sangat menyukai bakso kerikil di dekat rumah, karena ukurannya yang mini sehingga terlihat imut memang membuat pembeda yang cukup signifikan.

Ada pula sahabat saya, Cak Cholis dengan brandnya "Soto Abas" yang memilik banyak cabang di surabaya dan malang ini juga melakukan diferensiasi mengecilkan porsinya dengan harga yang "seolah" dibanting membuat banyak orang datang dan menikmati soto Abas.

Bermula dari banyaknya orang yang membeli soto ayam dengan porsi setengah, namun karena harga modal yang tidak cukup untuk memberikan harga yang setengah membuat Cak cholis memutar otak mencari solusi WIN WIN solution. Dan ketemulah dengan membuat porsi separuh tapi si penjual tetap untung Masyaallah.

sumber gambar gotravelly

Tentu saja, ukuran adalah sebuah "IDE" dimana Anda bisa bermain seperti anak kecil yang tertawa dan bergembira ketika menuangkan sebuah ide. Jangan merasa terpaksa dan kaku didalam menuangkan sebuah ide. 

Saya pribadi ketika memikirkan sebuah ide, maka saya akan mengamboil secarik kertas dan saya akan mencorat coret kertas tersebut, tidak peduli habis 1 rim kertas juga tidak masalah, asalkan ide itu tidak menjadi bisul yang harus dipencet dulu baru keluar.

Pakailah metode "mindmap" untuk mempermudah proses kreatif Anda, dan jangan lupa tetaplah bahagia....

Pakailah metode yang Anda suka dan yang penting adalah PRAKTEK bukan teori.


Salam Hangat dari saya, 




















ROZI
Lonelyepreneur Di Kota Batu, Malang

Wednesday, June 16, 2021

Kejar Terus Meski Sering Gagal


Ada kalanya di awal memulai usaha sendiri, kita memulai usaha dimulai dari apa yang kita bisa lakukan. Misalkan saja, istri jago masak soto yang menurut kita Uendez Top Markotop, maka berikutnya kita akan cenderung untuk memulai jualan soto di awal bisnis kita. Apakah ini salah? tentu saja tidak, karena ada 4 (empat) cara dalam memulai usaha yakni:

1. Mulai dari produk/keahlian yang ada disekitar kita
2. Membeli paket usaha yang sudah terbukti berhasil sebelumnya, atau bahkan sebaliknya membeli hak usaha yang belum pernah berhasil sebelumnya
3. Belajar ilmu mengenai usaha yang menurut kita akan berhasil
4. Kerjasama dengan orang yang sudah berhasil dalam usahanya

Dan ada beberapa opsi lainnya yang mungkin belum saya sebutkan diatas, tapi intinya adalah kita segera memulai usaha dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.

Namun, dengan berjalannya waktu, mungkin saja usaha yang kita rintis tersebut belum membuahkan hasil seperti yang kita inginkan, dan akhirnya kita memutuskan untuk memulia usaha yang lainnya. Misalnya awalnya jualan sepatu dan karena belum berhasil maka kita menutup usaha sepatu ini dan mungkin akan memulai jualan soto saja yang lebih mudah menurut kita.

Dan demikian seterusnya, hingga akhirnya kita sampai pada suatu titik dimana apapun yang kita usahakan kok selalu gagal ya? pada titik terendah ini mungkin kita mulai goyah dan ingin kembali lagi bekerja menjadi karyawan seperti dulu yang nyaman karena kantornya ber AC dan gaji pasti setiap bulannya.


Saya sendiri pernah mengalaminya, pada titik terendah saya waktu itu saya memutuskan untuk melamar kerja di Pulau dewata Bali, dengan dibantu oleh teman. Akhirnya saya datang dan bertemu dengan manajer area dari sebuah perusahaan fashion disana. 

Namun, karena saya menyebutkan semua pengalaman kerja saya beliau terkejut dan bingung. Beliau bilang, mas dengan pengalaman kerja sampeyan yang seperti ini, kita bingung mau gaji berapa? Mungkin karena saya menyebutkan pernah bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar dengan posisi yang cukup bagus dan ditambah lagi pernah menjadi direktur dari perusahaan yang pernah saya rintis bersama partner usaha sebelumnya.

Intinya adalah saya sudah putus asa waktu itu, dan bersedia untuk bekerja apapun juga untuk mendapatkan uang. Karena saya sudah memiliki anak dan istri yang juga harus diberikan nafkah, dan sudah menjadi kewajiban seorang suami menjadi perantara dari Allah untuk memberikan nafkah tersebut. Hal inilah yang membuat saya tidak boleh putus asa terlalu lama, dan memilih untuk mengumpulkan kembali semangat hidup yang sempat pudar karena sudah ditelan oleh kekalahan bertubi-tubi yang saya dapatkan dari beberapa usaha sebelumnya.

Singkat cerita, saya mesti ketemu dengan pemilik dari perusahaan ini di Jakarta, karena sang area manajer tidak memiliki wewenang untuk memutuskan menerima pegawai dengan spesifikasi seperti ini. Dan dari hasil wawancara terakhir inilah saya diterima diperusahaan tersebut dan diserahi area penjualan di Jawa Tengah dan Kalimantan.

Namun Allah sang maha kuasa dan menentukan nasib hambanya memiliki skenario cerita yang berbeda dengan yang saya rencanakan. 

Sebelum hasil dari wawancara ini saya bertemu seorang sahabat di Bekasi dan Allah memberikan peluang usaha melalui teman saya ini. ALLOOHU AKBAR!!!


Sampai hari ini, usaha tersebut tetap menjadi perantara saya dan keluarga mendapat rejeki dari Allah. bahkan dari hal yang paling tidak terpikirkan sebelumnya inilah Allah memberikan rejekinya kepada kami. Istilahnya "Ditampol oleh Rejeki Nomplok!" 😄.

Inti dari cerita ini adalah, tetaplah mengejar mimpimu meskipun "tabungan semangatmu" mulai luntur dan hilang serta mencapai titik terendah. Karena kita tidak pernah tahu skenario dari Allah yang telah menciptakan kita dengan segala detail skenarionya yang bahkan tidak bisa dinalar oleh akal sehat kita yang memiliki RAM dengan kecepatan rendah ini ha..ha..ha.

Ada sebuah quotes yang sangat cocok untuk menemani kita disaat susah yaitu:

"Walaupun sering gagal, jangan putus asa terlalu lama. Karena semakin keras benturan yang kita terima itu berarti semakin dekat kita dengan bisnis yg tepat untuk kita".

Putus asa boleh,
Hilang Semangat boleh,
Tapi jangan pernah lupa untuk bangkit kembali ya saudaraku


Salam Hangat dari saya,
Rozi
Lonelypreneur di Kota batu, Malang

Wednesday, June 9, 2021

Memilih Produk yang Laku Untuk Dijual

Ada kalanya didalam menentukan produk apakah yang ideal untuk dijual, kita kebingungan memilih mesti memilih yang mana.

Singkat saja saya akan merangkum beberapa kriteria produk ideal versi saya selama ini. Mungkin saja juga cocok menurut teman-teman yang lain.

Kategori Produk Olshop:
1. Ukuran Kecil
2. Bukan Cair
3. Bukan Bahan Terlarang untuk dikirimkan
4. Profit Besar
5. Repeat Order Tinggi

Kategori Produk Makanan:
1. Small VS Big

sumber gambar lazada

sumber image : ngalam.co

2. Bermain dengan Warna


3. Bentuk Unik

4. Rasa 



5. Bahan Baku



6. Proses Memasak

7. Konsep Unik


8. Menggunakan Nama Horor


Sedangkan untuk kategori jasa diantaranya sebagai berikut.

Kategori Jasa:
1. Membutuhkan Sedikit Tenaga Kerja
2. Bisa Dikalikan
3. Sedikit pekerjaannya
4. Profit Besar
5. Minim modal Peralatan

Karena panjangnya pembahasan mengenai pemilihan produk ini, maka tulisannya akan saya pecah beberapa bagian biar lbh enak menjabarkan satu persatu.

Oh iya, tulisan ini saya ambil dari materi seminar saya 10 tahun yang lalu, jadi butuh beberapa update pada tulisan selanjutnya. Sampai ketemu lagi


Salam Hangat dari saya, 



















ROZI
LonelyepreneurDi Kota Batu, Malang

Tuesday, June 8, 2021

Focus is About Saying NO!

Kata ini pertama kali saya dapatkan dari Cak Steve Jobs, dan membuat saya cukup lama tertegun dan mulai mengingat banyak hal yang sudah pernah dialami sebelumnya.

Rupanya, sebagai seorang yang berasal dari suku Jawa, atau banyak suku lain di Indonesia memang pada umumnya memiliki sifap yang terkenal ramah, dan tidak enakan pada orang lain. Hal ini membuat saya sering kali mengalah dan membiarkan orang lain yang menentukan hidup saya.

Namun pada suatu titik, akhirnya saya memutuskan hanya akan mengikuti kata hati, dan "FU*K to others", atau kata Liem Sio Gie "GO TO HELL AM****A.

Pada waktu itu, saya memiliki beberapa unit usaha yang memang belum ada yg cukup besar, namun sok banyak bisnis untuk dikerjakan dalam waktu yang berbarengan.

Singkat cerita, saya memutuskan hanya fokus pada usaha yang saat ini saya tekuni.
Menutup mata pada hal lain yang berseliweran di benak pikiran dan seringkali menyentil untuk di coba. 

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit usaha saya mulai menunjukkan hasil dan secara konstan mulai tumbuh hingga saat ini merupakan penghasilan utama saya.

Memang pada awalnya sangat sulit untuk mulai fokus hanya pada satu hal saja. Misalnya saja, saya mulai menutup semua akun medsos pribadi dan tidak menonton tv dan tidak oula membaca berita baik media cetak, online dkk.

Sy menjadi "kupdate" (kurang update), dan ketika orang mulai ngomong hal yg update saya hanya bisa melongo saja kala itu. Namun secara perlahan saya mulai terbiasa dan hidup saya kok malah tenang dan bisa tidur dengan sangat nyenyak, dan ini yang membuat perut saya semakin tambah ukurannya ha..ha..ha...

Sampai-sampai semua grup di WA saya yg membahas hal diluar topik yg diperkenankan oleh grup maka saya langsung keluar dr grup tersebut. Hal yang banyakembahas SARA dan lain sebagainya.

Satu hal yang membuat saya memutuskan pindah ke Sidoarjo pada tahun 2016 dan kemudian pada tahun 2020 saya memutuskan untuk menetap di Kota Batu Jatim yaitu semakin banyak orang yang tidak mengenal saya akan membuat hidup saya semakin tenang.

Karena saya dulu ketika tinggal di Bogor, cukup banyak yg "memanfaatkan" untuk diundang ke seminar maupun banyak yang mengajak kerjasama tapi cuman dibalas dengan ucapan terimakasih. Bukannya saya tidak mau, tapi saat ini saya lebih memutuskan untuk membesarkan bisnis dan menikmati hobi saja. 

Intinya adalah ketika Anda tidak pandai menolak rencana lain, maka bersiaplab menyusun rencana baru!

Salam Hangat,

ROZI
Entrepreneur Penyendiri

Tuesday, October 22, 2013

Seni Dalam Menjual part 1


Dalam setahun terakhir ini saya belajar dan melakukan praktek mengenai banyak hal, terutama mengenai teknik & cara menjual.

Harus diakui, tidak mudah mengikuti pasar yang terus berubah saat ini, dimana orang sudah mulai banyak yang meninggalkan membaca koran di pagi hari dan sudah digantikan dg membaca ebook atau media online seperti detik.com, kompas.com, republika.com dkk

Saya masih ingat pada tahun 2008 lalu, bagi saya pribadi sangat mudah untuk melakukan penjualan sandal Imucu secara masif. Cukup dengan memasang iklan pada Majalah atau koran yg diinginkan, maka pada bulan berikutnya iklan akan ditayangkan dan akan banyak sekali yg melakukan pembelian melalui telepon maupun datang langsung kekantor saya.

Memang ada beberapa faktor lain yg mesti diperhatikan, namun secara umum saya ingin membahas dari sisi biaya iklan yg harus saya keluarkan untuk membantu memasarkan produk sandal imucu kepada masyarakat Indonesia.

Pada saat itu sandal imucu masih terasuk kategori baru dalam pasar sandal lucu, sehingga orang masih penasaran untuk mencoba, namun saat ini membutuhkan pasar sudah mulai mengkrucut hanya pada orang yang memang menyukai produk sandal yang unik dan lucu.(nanti akan kita bahas dinamika dan update terbarunya dari sisi pemasaran pada tulisan berikutnya)

Sekedar informasi, dibutuhkan biaya antara Rp.4.000.000,- s/d Rp.6.000.000,- untuk sekali iklan pada majalah maupun koran. Bahkan untuk koran tertentu saya pernah menghabiskan biaya sekali tayang Rp.14.000.000,-/tayang iklan. 

Ini adalah contoh Iklan berbayar saya :



Berita pada tabloid Nasional


Berita pada tabloid Nasional
Cover pada sebuah majalah Nasional


Tentu saja dengan biaya sebesar itu tidak semua pengusaha pemula mampu membayarnya bukan ?

Namun saya memiliki cara pada waktu itu agar iklan atau berita saya tetap ditayangkan di media namun tanpa saya harus membayar sepeserpun.

Caranya dengan mengikuti pameran maupun membuat berita yang Bombastis mengenai bisnis kita, sehingga media akan tertarik untuk meliput usaha kita

Berikut ini adalah berita yg saya dapatkan tanpa harus membayar sepeserpun :
 Bombastis Judulnya

 
 Mengikuti Pameran & Diliput Oleh ANTV

 Mengikuti Pameran & Diliput Oleh Online Media

Namun disamping itu, dalam memasarkan produk saya pada waktu itu saya juga membuat sebuah buku yang diterbit secara nasional pada jaringan toko buku Gramedia, ini bukunya :
 Menerbitkan Buku untuk mendukung penjualan

Naaah... demikianlah beberapa cara saya dalam memasarkan sebuah produk baru pada saat itu, namun jangan lupa saya kan membahas teknik terbaru dalam menjual pada tulisan berikutnya ya


Salah Hangat,

Fatchur Rozi
Marketing is my trully Passion

Friday, October 19, 2012

Menjual tanpa "Berjualan"

Menjual adalah aktifitas yang banyak kita temukan baik itu dipasar, mall, atau bahkan pekerjaan kita sehari-hari memang adalah aktifitas menjual.

Kalau kita amati dimall atau disupermarket
Ketika kita didekati oleh marketing kartu kredit, mungkin sebagian dari kita langsung bilang "Tidak terimakasih" atau cuman memberi isyarat menolak.

Atau kalau kita mendekati rak susu anak, tentu kita merasa risih ketika ada SPG yang menjelaskan manfaat produknya dan ujung-ujungnya adalah untuk memaksa kita membeli produk tersebut. Waaah...sebel banget.

Sistem menjual dengan memberi penjelasan tentang seluruh kelebihan produk (product knowledge) terkadang malah membuat komsumen merasa risih, karena belum tentu setiap konsumen ingin tahu seluruh kelebihan produk kita. 

Tipe konsumen seperti ini malah akan "lari" ketika kita nyerocos mengenai keunggulan produk tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

Disini saya ingin mengajak anda untuk berpikir bukan dari sisi kita sebagai penjual, namun coba kita sesekali tidak perlu memberi penjelasan kepada konsumen. Tapi cobalah untuk "bertanya?"

Ibu, boleh kami bantu mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan ibu?
Produk seperti apa yang ibu butuhkan?
dst
Dan bila memang yang dibutuhkan tidak ada, jangan memaksa untuk membeli
Karena ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi calon pelanggan tersebut

Yaaah..ternyata perasaan nyaman menjadi faktor yang sangat







MASA JADI KARYAWAN

-->
 Penulis berdiri paling depan kanan

Pertamakali bekerja selepas lulus kuliah dari universitas Muhammadiyah Malang tahun 2004 saya langsung diterima bekerja pada salah satu perusahaan asuransi di asuransi Rama Surabaya.

Bangga rasanya hati ini bisa diterima disebuah perusahaan bahkan disaat saya belum diwisuda. Hanya dengan berbekal nilai transkrip yang memang memiliki rata-rata nilai bagus. Namun ini rupanya tak luput dari bantuan referensi untuk dapat bekerja diperusahaan ini.

Pada waktu itu saya tidak berpikir macam-macam, termasuk bagaimana cara diterima diperusahaan tempat saya bekerja. Pikiran saya yang penting diterima kerja Titik!.

Saya diterima sebagai seorang surveyor, dimana tugasnya mensurvey subyek yang akan masuk asuransi. Dengan berjalannya waktu saya mulai menyelidiki apakah saya memiliki kesempatan untuk dapat meraih jenjang jabatan yang lebih tinggi diperusahaan ini.

Saya baru mengetahui bahwa kesempatan untuk naik posisi paling cepat adalah melalui jalur management trainee. Dan saya masuk bukan melalui jalur tersebut, hitung-hitungan saya dalam waktu beberapa tahun kedepan saya hanya akan bertahan diposisi saat ini kecuali memiliki prestasi yang sangat menonjol baru mungkin akan direferensikan dan itupun masih harus bersaing dengan para management trainee yang memang disiapkan untuk menempati posisi tersebut.

Setelah menyadari butuh waktu yang lama untuk naik posisi, saya mulai melamar kebeberapa perusahaan yang kebetulan  membuka lowongan management trainee. Tak terhitung jumlah perusahaan yang saya lamar waktu itu namun hasilnya mulai kelihatan. Satu-persatu perusahaan tersebut mulai memanggil saya untuk tes masuk.

Beberapa perusahaan memang benar membutuhkan management trainee namun beberapa perusahaan saya anggap sebagai penipu karena membuka lowongan management trainee tapi tujuan sebenarnya adalah mencari dana untuk perusahaan sekuritas. Jadi berhati-hatilah para sarjana dan calon karyawan terhadap jebakan-jebakan ini.

Kalau boleh saya memberikan tips, lamarlah pekejaan hanya pada perusahaan yang anda kenal baik mereknya, produknya maupun perusahaannya. Karena perusahaan yang tidak jelas itu sangat banyak jumlahnya. Caranya mudah, lihat saja dari format iklan lowongan yang proposional, dan jelas identitas perusahannya.

Setelah memalui beberapa perusahaan kemudian saya pindah kerja di PT. Campina Ice Cream Industry sebuah perusahaan es krim yang banyak memberikan saya pelajaran dan networking mengenai dunia wirausaha.

Kali ini saya masuk dari jalur yang benar sebagai management trainee. Sebagai management trainee diharuskan memulai karir dari bawah dengan menjadi Sales sampai posisi madya telah saya alami. Segala macam pelatihan dan training telah saya dapatkan. Dan tidak lupa semua fasilitas mulai dari Asuransi bergengsi, mobil, rumah dll telah saya dapatkan.

Menjadi seorang profesional disebuah perusahaan tidak membuat saya puas. Karena itulah saya lebih memilih untuk menjadi seorang entrepreneur.

Pada masa kuliah sebenarnya saya sudah mulai tertarik dengan dunia entrepreneur. Dimulai ketika saya membaca buku dengan judul “Kalau mau kaya ngapain sekolah” dimana Purdie Candra menjadi salah satu narasumbernya. Namun semangat itu segera surut karena saya tidak memiliki referensi lain selain lulus dengan nilai bagus dan bekeja diperusahaan bonafit.

Harapan waktu itu, setelah diterima bekerja maka hidup kita akan menjadi jauh lebih baik. Namun kenyataan memang memberikan hasil yang berbeda dengan pemikiran kita. Hal utama yang dicari seseorang setelah bekerja tentu adalah uang.

Namun setelah ditelaah kembali dengan berapapun gaji yang kita terima, pada kenyataannya uang tersebut dengan cepatnya menguap dan ditengah bulan kita kembali harus berpikir keras agar dapat bertahan hidup sampai akhir bulan. 

Anda tahu mengapa demikian?

Karena pola pikir kita yang selalu berharap mendapatkan sebanyak-banyaknya dari sedikit pekerjaan yang telah kita lakukan. Terkadang harapan kita kurang realistis. Karena alam ini tidak bekerja dengan cara berpikir seperti ini.

Coba balik pola pikir anda, mungkin kurang lebih seperti ini.

Berikanlah sebanyak-banyaknya kepada perusahaan tempat anda bekerja tanpa berharap imbalan akan diberikan secara langsung, maka niscaya keajaiban akan datang. Just do it.....never complain. Berikan perusahaan kemampuan terbaik yang dapat anda berikan.




Think positive, kita banyak mendapat pendidikan dan networking yang sangat luas. Namun kalau anda tidak dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berkembang akan sangat disayangkan.

Jadi nikmatilah apapun pekerjaan anda saat ini, karena kepuasan itu bukan hanya diukur dari tebalnya dompet. Namun terselip dalam lubuk hati yang terdalam apabila kita dapat memberikan yang terbaik buat perusahaan yang telah menjadi bagian dari hidup kita dan keluarga.

So..enjoy your life.....

Semoga bermanfaat,

Fatchur Rozi
http://fatchur-rozi.blogspot.com
www.imucu.com

Smart Investing


Apa yang pertamakali anda bayangkan ketika melihat atau mendengar kata investasi?
Mungkin anda mengasosiasikan dengan tabungan/deposito yg banyak dibank
Atau mungkin berupa perhiasan, rumah, saham dll

Hal diatas memang terdengar seperti investasi yang menjamin masa tua kita
Namun apakah benar begitu ?

Mari kita lihat kenyataannya...

Kalau kita punya uang sebesar Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) ditahun 2011
Lalu kita depositokan dengan bunga let say 6 %/tahun
Maka kita hanya mendapatkan uang sebesar Rp.250.000 (duaratuslimapuluhribu rupiah) perbulan

Mungkin ada yg bilang lumayan nilainya naik jadi Rp. 53.000.000 ditahun 2012
Artinya kita untung sebesar 6%

Namun tahukah anda bahwa rata-rata inflasi di Indonesia setap tahunnya berkisar antara 6-10%

Kita lihat sisi positifnya, paling tidak uang kita tidak berkurang bila tingkat inflasi sebesar 6%
Tapi bagaimana kalau diatas 6%.....
Tentu nilai uang kita akan berkurang dari nilai yang kita harapkan dalam investasi jenis ini

Berikutnya, kita punya banyak perhiasan dengan harapan dapat dijual ketika harga emas sedang naik
Apakah benar demikian?

Mungkin benar bahwa nilai secara rupiah akan naik
Namun tahukah anda bahwa ada biaya produksi yg dimasukkan kedalam harga sebuah perhiasan
Dan tentunya akan mengurangi nilai dari harga perhiasan tersebut
Berbeda dengan emas murni yang secara nilai lebih stabil
Kita akan bahas lebih dalam pada tulisan selanjutnya

Ada yang bilang "emas tidak akan membuat kita kaya, namun membuat kita tetap kaya"

Punya rumah dengan anggapan bahwa ini adalah harta kita
Apakah benar demikian?

Coba saya tanya kepada anda
Kalau rumah kita bocor atau ada yang perlu diperbaiki
Darimana uang kita untuk memperbaikinya, mungkin anda menjawab dari gaji/usaha atau tabungan

Berikutnya, kalau ada tagihan telepon, air, listrik
Darimanakah uang untuk membayarnya?

Kalau ada surat tagihan pajak setiap tahunnya
Darimanakah uang untuk membayarnya?

Mungkin jawaban anda sama yakni dari gaji/usaha atau tabungan

Apakah ini yang disebut investasi
bukankah kita harus mendapat untung dari investasi

Nah kok yang ini kita malah harus rutin membayar tagihan buat investasi tersebut

Lalu bagaimanakah investasi yang menguntungkan itu?
 Ikuti terus tulisan berikutnya pada bagian dua

Terimakasih

Salam Smart Investing

Fatchur Rozi
http://fatchur-rozi.blogspot.com
www.imucu.com

Kenapa dompetku selalu kosong???

Pernahkan kita menyadari bahwa uang kita yang ada di dompet tinggal Rp. 10.000 padahal masih tanggal muda.
Atau mungkin setelah menerima gaji.... lalu kita hitung bayar cicilan ini, cicilan itu lalu sisanya kok cuma 200.000

Lalu kita bertanya.... kenapa saya tidak pernah memiliki uang lebih, selalu saja kurang.

Sebagian dari kita berpikiran.. waahhh enak juga kalau punya kerjaan yang lebih baik dengan gaji lebih gede lalu pindah kerja ke perusahaan "A" atau naik posisi ke Manajer mungkin akan lebih baik.

Pertanyaannya adalah..... apakah ada jaminan setelah mendapatkan kerja diperusahaan "A" dan naik posisi sebagai manajer akan membuat hidup kita jauh lebih baik?

Saya punya cara gampang melihat dan mengukur apakah karir atau perusahaan yang kita tempati sekarang sudah tepat atau malah membuat kita tambah miskin.






Kalau hal ini selalu saja terjadi berulang-ulang selama bertahun-tahun. Maka tanpa sadar alam bawah sadar kita akan berkata bahwa saya memang tidak pernah punya uang lebih. Hati-hati dengan pikiran kita, karena meskipun ini hanya terlintas dan gak jelas arahnya kemana bisa jadi ini akan menjadi kenyataan.

Kalau kita berpikir tidak punya uang, maka itulah yang terjadi.
Tinggal dibalik saja

Kalau kita ingat kembali waktu kita SMP atau SMA kita pasti diajari untuk percaya bahwa definisi dari uang adalah "pengganti nilai tukar atau nilai tambah" kurang lebihnya akan seperti itu.

Saya sendiripun juga masih mempercayainya sampai dimana saya disadarkan bahwa uang bukan hanya sekedar nilai tukar atau nilai tambah. Namun uang memiliki arti yang jauh lebih luas dibandingkan hanya sekedar nilai tukar.

Definisi uang seperti di ungkapkan Brad Sugars yakni "Idea backed by Confidence & Actions".

Disini ada tiga pokok pemikiran :
1. Ide
2. Percaya Diri
3. Lakukan

Apa maksudnya.....
Mari kita beri contoh biar lebih mudah :

Pernahkah anda bangun ditengah malam dan tidak bisa tidur karena ada ide yang sangat brilliant dan malam itu juga anda duduk didepan komputer dan mengetiknya sampai selesai.
Namun ini hanyalah sekedar ide apabila anda tidak punya percaya diri untuk mengungkapkan ide ini pada orang lain.

Artinya percuma punya ide bagus kalau tidk bisa menunjukkan pada orang lain.




CLARITY (Pencerahan)


Ketika putri pertama kami lahir, kata CLARITY langsung kami sisipkan pada namanya, lengkapnya “Clarity Aiko Elfathritzi” agak susah memang melafalkan. Tapi kami punya tujuan, bahwasanya setiap kali kami menyebut namanya maka kami akan selalu ingat dengan pencerahan yang pernah kami dapatkan beberapa tahun silam.

Clarity kurang lebih dalam bahasa Indonesia berarti pencerahan. Nabi Muhammad mendapat pencerahan ketika Malaikat Jibril mendatanginya sebelum menjadi rosululloh. Budha mendapat pencerahan ketika melihat burung yang sedang kelaparan, akhirnya dia mengerat dagingnya sendiri untuk diberikan sebagai makanan bagi hewan tersebut. Tung Desem Waringin mendapat pencerahan ketika orangtuanya berobat kesingapura dan dia tidak mampu membiayainya. Ustadz muda Yusuf Mansyur mendapat pencerahan ketika dipenjara dia melihat semut yang sedang kelaparan dan diberinya makanan. Tanpa bermaksud menyetarakan diri dengan contoh diatas, tiap-tiap diri kita juga mengalami pencerahan baik dalam skala kecil maupun besar.

Pencerahan biasanya didapat melalui hal-hal berikut :
1. Ketika dalam masalah besar
2. Hati terbuka & Pasrah
3. Mencari Sesuatu

Dalam sebuah seminar bersama Action Coach dihotel Sultan Jakarta. Pencerahan itu muncul kembali, namun kali ini lebih detail dan terarah. Clarity (pencerahan) muncul ketika kita menemukan sesuatu hal yang baru dari sisi apapun dan dimanapun oleh siapapun. Ketika sedang bingung mencari pekerjaan lain yang lebih layak dan menjamin hidup tiba-tiba saya tersentak dengan ungkapan Coach Yusa’ waktu itu. Definisi dari J.O.B (Just Over Broke), lha wong saya lagi nyari JOB (pekerjaan) kok malah dibilang arti dari JOB yakni “tinggal menunggu bangkrut”.
Kebingungan saya belum berakhir karena selama 2 hari saya dituntut untuk banyak merenung dan berbicara dengan diri sendiri, pertanyaan “why” diulang dan dijawab sampai habis.

Rumusnya : Question + Answer + Question + Answer = Clarity

Artinya : Segala permasalahan pasti ada jawabannya, yang harus dilakukan Cuma bertanya (Why) dalam diri dan jawab pertanyaan tersebut.

Contoh :
Q : (Why) Mengapa saya ingin pindah kerja
A : (Answer) Karena saya ingin hidup enak
Q : (Why) Mengapa saya ingin hidup enak
A : (Answer) Karena saya ingin membahagiakan keluarga
Q : (Why) Mengapa saya ingin membahagiakan keluarga
A: (Answer) Karena keluarga memiliki arti penting bagi hidup saya
Q : (Why) Mengapa keluarga memiliki arti penting bagi hidup saya
A : (Answer) Karena saya ingin membahagiakan mereka
Q : (Why) Mengapa saya ingin membahagiakan mereka
A : (Answer) Karena hidup saya tidak berarti & tidak bahagia tanpa mereka dst…….

Begitulah Question & Answer dilakukan berulang-ulang sampai selesai, maka kita akan mendapat jawaban yang kadang kita tidak mengerti bahwa sebenarnya kita telah memiliki solusi dari diri kita sendiri, Cuma belum digali dengan peralatan yang benar.

Apa itu peralatan yang tepat, Q + A + Q + A + Q + A = Clarity

Jadi untuk mendapat pencerahan ternyata tidak sulit, cukup praktekkan rumus diatas. Semoga Berhasil mendapat pencerahan.

Salam Dahsyat!!!!!

R O Z I

Monday, September 17, 2012

Trik-Trik Restoran "Paksa" Anda Bayar Menu Mahal


MAKAN di restoran tentu membutuhkan anggaran tertentu, apalagi bila bersama keluarga. Nyatanya, ada beberapa trik restoran untuk membuat Anda mau membayar harga lebih mahal atas menu yang dipesan.

Sulitnya menjual air kemasan dengan harga 200 persen atau lebih dari harga pada umumnya menjadi salah satu trik banyak restoran untuk memisahkannya dari tagihan pelanggan. Pernahkah Anda mendapati seorang pelayan restoran mewah yang meninggalkan botor air mineral mahal di atas meja, lalu Anda membuka dan meminumnya? Dan ternyata, minuman itu masuk dalam tagihan Anda.

Pergi makan keluar rumah perlu dilakukan sesekali untuk penyegaran suasana, tapi tidak lantas menjadi pembenaran untuk Anda menghambur-hamburkan uang. Apalagi, bila Anda mengetahui trik berikut, yang dilakoni restoran mewah untuk membuat Anda mau membayar mahal. Apa saja? Berikut, seperti diulas Financially Fit:

Minuman ringan, kopi, dan teh
Minuman non-alkohol bisa dinaikkan harganya sampai beberapa kali lipat karena sebagian besar terbuat dari air dan sangat dibutuhkan seusai makan. Lalu, mengapa pelayan masih menawarkan minuman lain, seperti cappucino atau espresso? Alasannya, minuman ini bisa dinaikkan harganya hingga dua kali lipat dari harga kopi biasa, tapi dengan cara pembuatan yang tidak rumit.

Pasta
Jika Anda ketagihan seporsi pasta setelah mencobanya, pertimbangkan untuk memesan menu sama dan dibawa pulang. Seporsi pasta dalam boks (take away) bisa untuk disantap empat sampai enam orang. Sementara, seporsi pasta yang Anda makan di restoran harganya lebih mahal, apalagi jika Anda makan di restoran yang benar-benar mewah.

Pizza
Adonan pizza terbuat dari tepung dan air. Tambahkan sedikit saus tomat dan keju, Anda pun harus rela membayar sekian puluh ribu untuk bisa menyantapnya. Pizza memang lezat dan menyenangkan untuk dimakan bersama, tapi nilainya tidak sepadan, terutama jika ini menjadi menjadi menu tunggal di sebuah restoran kelas atas yang kemudian mematoknya dengan harga tinggi.

Makanan bonusOmelet? Ayam goreng renyah? Pasta? Waspadalah terhadap bonus menu, berupa sup, semur, dan lainnya. Mungkin saja makanan-makanan ini berisi bahan sisa yang tidak terjual kemarin ataupun rasanya yang tidak enak.

Hari istimewa
Hindari makan di restoran pada hari-hari perayaan tertentu, seperti Hari Valentine. Pihak restoran pasti telah menyusun menu yang harganya sangat mahal dan layanan yang mungkin tidak memuaskan karena mereka harus menyajikan pesanan untuk banyak orang saat momen spesial itu. Bila ingin, makan di hari sebelum atau sesudahnya.